Meet The Androlog
Male Infertility..
Sejujurnya postingan kali ini agak bimbang untuk berbagi, should i share it on our blog? if i share my part of TTC (traying to Conceive) program i feel fine about it, however if i share about babab part..rasanya seperti membuka aib suami padahal bukan aib loh ini (cuma di saya terasa seperti itu, dihati kecil saya). Penyebabnya tak lain dan tak bukan anggapan masyarakat umum dunia (termasuk saya yang akhirnya ter-cuci otak) yang menganggap masalah ketidaksuburan ini terasa seperti aib atau kekurangan yang harus ditutupi dan wanita lah yang selalu menjadi bahan bully-an.
Sebelum menulis posting-an ini, saya diskusi terbuka dengan babab tentang topik ini. Alhamdullilah babab adalah sosok suami dengan pemikiran yang luas dan terbuka. In his opinion, justru topik ini harus di unggah agar persepsi diatas dapat berubah. Seenggaknya walaupun blog kami yang baca hanya satu dua orang but worth of mouth is a deathly weapon right?
So...here we start...male infertility part..
Apa sih penyebab male infertility ?
Kurang lebih sama dengan wanita, pola gaya hidup tidak sehat (merokok, alkohol, narkoba), faktor usia, latar belakang pekerjaan juga berpengaruh. Faktor lainnya yang bisa menyebabkan organ reproduksi pria terpapar suhu tinggi dan radiasi.
Jadi ingat penjelasan dr. Kanadi di sela-sela jadwal konsultasi kami. "Penyebab ketidak suburan pasangan suami istri itu berasal dari istri 50%, lalu dari suami 45% dan sisanya unexplain infertility. Bahkan di kota besar sekarang ini pasangan usia muda dibawah 40 tahun semakin banyak kasus infertilitas datangnya dari pihak suami. Gaya hidup, polusi dan stress penyebab utamanya." Hal yang lain penyebab infertilitas pada pria adalah faktor genetik dan adanya gangguan di "pabrik" dan saluran reproduksi pria. Hal ini menyebabkan terjadinya penurunan jumlah, bentuk dan juga kemampuan bergerak sperma.
First Impression
"Hai Bu, Pak. Apa kabar? Gimana, saya bisa bantu apa?" suara akrab dan sorot mata hangat adalah kesan pertama yang tidak mungkin saya lupakan ketika bertemu dengan Dr. Nugroho Setiawan, MS,Sp.And. Sosok yang ramah, penuh humor tetapi tetap profesional dan sangat informatif sekali. Saya mendapatkan informasi tentang kiprah beliau dari sesama TTC fighter di forum online. Sosok-nya yang senior dan energi positif yang disebar oleh pasangan yang sedang berjuang seperti kami menjadikan nilai tambah mengapa akhirnya pilihan jatuh kepada beliau.
Memutuskan untuk berkunjung ke dokter spesialis Androlog menjadi salah satu pengalaman baru dari program hamil kami di tahun 2020. Kalau saya sebagai wanita, dokter sistem reproduksi saya disebut ginekologi, sedangkan babab dokter sistem reproduksi pria-nya disebut androlog.
Sejujurnya, saya yang meminta ke babab untuk kami berkonsultasi dengan dokter Androlog. Tujuannya sesederhana untuk lebih mengerti hasil lab analisa sperma yang babab lakukan tahun 2017 dan perbandingannya di tahun 2020.
Pertemuan pertama, kami membawa dokumen hasil lab sperma babab di tahun 2017 dan tahun 2020 bulan September. Beliau membaca dengan seksama, sesekali mengerutkan dahi. Lalu mulai interview babab, dari kebiasaan hidup, pola makan, pola hidup, pekerjaan dari masa muda sampai sekarang. Setelah itu gantian saya yang diinterview, sudah pernah tes apa saja, baik hematologi, hormon daaaan HSG.
Yup, saya belum pernah tes HSG dari pertama kali memulai promil di tahun 2017 sampai dengan sekarang di 2020. Ketika sesi konsul dengan Prof iko di Rumah Sakit Daya Medika akhir Bulan Agustus pun beliau memberikan pilihan tidak wajib untuk melakukan HSG (karena kami langsung mantap memulai IVF tanpa mencoba proses inseminasi).
"Naaaaaah ini, kenapa belum HSG bu? Justru itu yang paling penting, kita bisa tahu penyebab tidak hamilnya apakah ibu ada penyumbatan atau tidak di tuba falopi-nya." dr. Nugoroho gemas, dari nada suara dan ekspresi matanya saya lihat ( karena wajahnya tidak kelihatan tertutup APD lengkap)
"Karena saya sudah pernah hamil dok, empat kali dan semuanya gugur di usia kandungan dibawah 8 week. Tahun 2016, lalu 2017 dua kali dan terakhir di tahun 2019 awal. Karena usia kandungan yang masih muda, ada yang gugur spontan ada juga yang melalui kimia obat. Saya tidak pernah proses kuratase." kurang lebih begitulah penjelasan panjang saya dan di sambut dengan anggukan dr. Nugroho sambil sesekali membolak balik dokumen hasil lab check yang kami sodorkan ke beliau lalu ia membuat catatan di rekam medis babab.
Pertemuan pertama kami diberikan pe-er untuk melakukan tes lab hormon dan analisa sperma ulang (bisa dibaca disini). Biaya yang kami bayar di hari itu Idr. 500.000,- (biaya konsultasi dokter, daftar administrasi dan seragam APD)
Dibekali dengan surat rujukan, selang beberapa hari kemudian ketika weekend kami pagi-pagi buta sudah berangkat ke lab klinik Pro*ia untuk test analisa sperma dan ambil darah untuk tes hormon testoteron dan D 25 OH. Hasilnya bisa diambil keesokan harinya sedangkan soft copy bisa dikirim melalui email sore itu juga.
Lab Result
"Hasil Sperma Analisis (SA) kayaknya udah di email deh sama Pro*ia." kata babab. Saya langsung duduk disebelahnya, reflek saya genggam tangannya. "Yuk, kita lihat." Kata saya (postingan ini ada di chapter babab little soldiers)
Mungkin karena sudah di tahapan pasrah dan iklas, saya sudah siap mental apapun hasil lab-nya. Yup, hasilnya sperma babab morfologi (bentuk) normal 2% dan abnormal 98 %. Lalu tertulis kalimat di paling bawah TERATOZOOSPERMIA.
Sempat kami ada jeda panjang untuk menenangkan hati masing-masing. Kami memilih berpelukan lama. Setelah tenang saya mengajak babab untuk buat janji konsultasi kedua di minggu depan. Malamnya, saya melakukan riset kecil-kecilan sebagai bahan pertanyaan ke dokter Nugroho di hari Selasa depan.
Pertemuan Kedua
Malam itu rintik hujan datang, mobil kami berjalan merayap ke arah Rumah Sakit Premier Bintaro. Jujur, agak ngeri -ngeri sedap sebenarnya kami datang kesana karena rumah sakit ini termasuk kedalam daftar rumah sakit rujukan pasien COVID - 19 adapun tempat lain beliau praktik di RSCM dan RS Fatmawati juga RS Pondok Indah - Pondok Indah. Iya, semuanya rumah sakit rujukan pasien COVID-19, setidaknya kami membekali diri dengan protokol kesehatan ketat.
Masuk ke ruang praktek dr. Nugroho, hasil lab langsung saya serahkan ke dokter Nugroho beserta dengan dua tes yang sebelumnya. Lalu beliau meminta babab untuk ke tempat tidur pasien, tirai ditutup. Saya hanya mendengar babab merintih "Aduh sakit dok." lalu tidak lama setelah itu dokter Nugroho meminta babab untuk kembali memakai celana dan kembali ke kursi.
Dari hasil pemeriksaan fisik oleh dokter Nugroho,diketahui babab ada varikokel di kedua testis-nya dengan grade yang berbeda. Jujur saya sudah membaca juga mengenai artikel ini malam sebelumnya, hati saya kembang kempit karena dengan varikokel bisa jadi kami harus melalui operasi varikokel jika dirasa dokter androlog grade-nya sudah berat.
Sesi konsultasi pun kami banyak bertanya dengan dr. Nugroho tentang kemungkinan promil kami dan langkah selanjutnya. Beliau menyarankan untuk memperbaiki kualitas sperma babap terlebih dahulu, lebih lagi dari informasi beliau sperma di produksi setiap 3 bulan sehingga harapannya kualitas sperma babab sudah baik dalam jangka waktu tersebut. Walaupun beliau optimis kami bisa promil alami, sejujurnya saya agak down waktu beliau menginformasikan bahwa kami hanya memiliki 2% kesempatan untuk bisa hamil alami. Langkah lain yang beliau sarankan adalah inseminasi.
"Sepertinya kami mantap IVF saja dok, kejar target umur nih dok." Saya pun menanyakan apakah harus operasi varikokel atau tidak untuk memperbesar kesempatan keberhasilan IVF. Jawaban beliau cukup menenangkan, "Engga usah lah, kalau akan IVF nanti toh mudah-mudahan ada embrio yang di frozen dengan kualitas yang bagus. Syukur-syukur kalau berhasil ET (Embrio Transfer) langsung nempel dan selamat sampai melahirkan, yang di frozen bisa untuk calon adik-nya nanti.
Tapi saya sarankan bapak sudah harus wajib hidup sehat dari sekarang, berhenti merokok, perbanyak olahraga, ganti semua pakain dalam yang lebih tipis dan tidak ketat, kalau habis olahraga langsung pendinginan dahulu ya. Hindari mandi air panas atau segala sesuatu yang bisa menyebabkan organ intim suhunya panas dan jangan mengangkat barang berat. Kalau kualitas sperma-nya masih belum bagus, mau insem atau IVF akan percuma karena kualitas embrio - nya tidak maximal. Ujung-ujung-nya nanti tidak menempel dan di tolak sama tubuh istri-nya pak."
Sesi konsultasi hari itu ditutup dengan kami diberikan resep multivitamin yang harus kami tebus selama 3 bulan dan wajib diminum 2x sehari di jam yang sama dengan rentang waktu 8 jam. Setelah 3 bulan kami diwajibkan untuk test Analisa Sperma lagi. Sedangkan untuk meningkatkan kadar vitamin D, babab di wajibkan jemur pagi 30 menit setiap hari dan ditambah dengan resep vitamin D yang wajib diminum 2 tablet setiap pagi selama satu bulan jika sudah habis maka wajib test lab lagi untuk mengetahui kadar vitamin D 25 OH babab.
Biaya yang kami bayarkan malam itu Idr. 961.170,-, saya hanya menebus setengah resep untuk trental, sedangkan untuk vitamin D dan antioksidan-nya saya akan beli di apotik luar. Sampai dengan hari ini di bulan oktober, saya sudah menebus setengah dari resep trental, vitamin D dan Q10 100mg dengan total biaya Idr. 1.150.000,-. Sehat itu mahal jenderal!
Dalam jangka waktu tiga bulan kebelakang babab juga sudah mengurangi frekuensi merokok bahkan sekarang sudah berhenti (well, where there's a way there's a will). Kami juga rutin meminum jus 3 diva pagi dan sore dilanjut jalan pagi minimal 30 menit dan makan malam kami ganti dengan rebusan putih telur masing-masing 6 butir. Kami sudah puasa fast food, bye indomie too.
Berat ga? susah ya?
Lagi - lagi prioritas mana yang didahulukan, pasti deh saya yakin bisa walaupun berat banget nih misalnya...kalau sudah lurusin niat insyaAllah ngejalaninnya juga jadi ringan-ringan aja. Bawa serius tapi santai, cari celah kalau kangen makan makanan "sampah". So far, kami sih engga ada keinginan atau kangen makan makanan tersebut sih. Semoga berlanjut selamanya ya! hehehehe.
Jujur jadi lega loh bisa share postingan ini, lega karena babab beri dukungan penuh, lega karena i need relieve my over thinking head and loose it a bit. Perlu banget loh ngebuang toxic kepala biar kita bisa lebih enjoy ketika menjalani promil.
Dokter Nugroho meninggalkan positif energi yang begitu banyak bagi kami berdua,
"Tidak ada satu dokter, satu pengobatan, atau teknologi manusia yang bisa mengalahkan Tuhan dan berkatnya. Banyak berdoa dan terus usaha, kalian masih muda cuman butuh satu sperma sehat kok. Buktinya, kalian sudah bisa hamil..itu kemajuan besar. Banyak dengan case seperti ini tidak pernah hamil. Keguguran yang lalu ga usah dipikir lagi, harusnya bersyukur karena secara alami dan kuasa Tuhan di gugurkan karena calon bayi tidak bisa berkembang sempurna." ini adalah kalimat terakhir beliau sebelum kami meninggalkan ruangan praktek nya.
Well..i guess...sampai disini postingan hari ini..
Terima kasih sudah mampir dan tetap semangat teruntuk kamu yang mampir di blog kami. Allah's will is the greatest of all...just ask every minute every day...patiently.

Comments
Post a Comment
Hi, Thank you for visiting our Blog!
we able to reach at romicosjournal@gmail.com