Babab Little Soldiers
Uh-Oh, Boy!
"Hasil Sperma Analisis (SA) kayaknya udah di email deh sama Pro*ia." kata babab. Saya langsung duduk disebelahnya, reflek saya genggam tangannya. "Yuk, kita lihat." Kata saya
Satu - satu kita telusuri detail hasil lab dibandingkan dengan nilai rujukan yang tertulis juga di lembar demi lembar laporan hasil, setelah itu saya bandingkan dengan hasil lab di klinik AB* yang kami lakukan di Bulan September (kami diminta oleh Dr. Nugroho Setiawan, MS,Sp.And untuk mengulang test SA di lab klinik yang sama dengan test SA tahun 2017. Karena ternyata perbedaan tahun ISO dari klinik dapat membuat dokter Androlog bisa salah diagnosa dan vonis).
Result-nya Teratozoospermia sperm morphology Norm 2% abnormal 98%.
Deg!
Hasil vonis-nya dibandingkan dengan di lab Ab* bulan September kemarin dan di Lab Pro*ia tahun 2017 tidak berubah.. yang berbeda prosentase sperma normal-nya turun menjadi 2%.
Tanpa kami sadari, kami sudah di posisi berpelukan di sofa. Babab membelai rambut saya lembut, "Gapapa, kemarin Dr. Kanadi bilang kan, kita hanya butuh SATU sperma sehat." Pelukan saya makin erat dan saya mengelus punggungnya lembut. Sore itu kami saling menguatkan dalam diam, menikmati keberadaan satu sama lain tanpa kata. Karena kita tau perjuangan baru dimulai and we absolutely know now what we facing of.
"It's ok little soldiers, we will find the culprit that make you cripple and you will perfect in no time. We will fight this together."
Percentage is just number, number that matters.

Comments
Post a Comment
Hi, Thank you for visiting our Blog!
we able to reach at romicosjournal@gmail.com