Meet the Doctors Part 1

Meet the Doctors,

First Opinion

Hai Semua,

Apa kabar teman - teman? Semoga selalu dalam keadaan sehat dan bahagia. Well, sudah dipenghujung bulan, bye - bye Agustus dan selamat datang September. 2020, cepat sekali terlewati bulan demi bulan. Engga kerasa 4 bulan lagi we will move to another year. Serem ga sih? Buat saya sih iya, apalagi artinya tahun depan umur ini sudah bertambah, jatah hidup berkurang dan rasanya seperti dikejar setoran untuk program hamil tahun ini. 
So, hari ini saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman saya kemarin waktu saya bertemu dengan dokter - dokter jagoan. Dari ketiga dokter yang saya sudah riset profile nya di om google, saya sudah mengunjungi dua diantaranya. Menurut saya beliau - beliau sangat profesional dan jagoan di bidang nya masing - masing. Mungkin enaknya saya juga bahas berapa biaya yang dikeluarkan untuk meet and greet dengan mereka ya, jadi teman - teman bisa punya acuan perkiraan biaya yang harus disiapkan.

Meet with Prof. Dr.dr. Budi Wiweko, Sp.OG,MPH

meet the doctors
https://www.linkedin.com/company/dayamedika

Yang pertama saya kunjungi adalah Prof. Dr. dr. Budi Wiweko,Sp.OG,MPH di klinik Dr. Sander B atau RS Daya Medika. Di banyak forum TTC alias trying to conceive banyak yang berhasil IVF dibantu oleh tangan dingin beliau, nah saya waktu ketemu beliau pertama kali..yang paling berkesan dan teringat terus adalah tangannya haluus banget (salfok ya? iya, karena tegang setelah 1 tahun absen promil dan mungkin terlalu excited karena memulai lagi dari awal. Sebab yang lain, karena protokol Covid semua tim pake APD lengkap jadi yang keliatan kan tangannya duluan dibanding wajahnya). Hehehe, ngeles aja kaya bajaj si aku. 

Fokus balik ke topik yaaa buk ibuk, Prof Budi ini pembawaannya tenang sekali, penjelasannya singkat, padat, jadi kita yang harus banyak nanya. Di konsultasi pertama beliau melakukan pengecekan reproduksi kewanitaan saya dengan USG transvaginal setelah semua hasil test - test lab dari program yang sebelumnya dibaca oleh beliau. Buat teman-teman yang belum pernah USG transvaginal, mungkin saya bisa sedikit menjelaskan secara awam. Sederhananya USG Transvaginal ini adalah metode pemeriksaan kondisi organ-organ reproduksi wanita dengan memasukkan stik probe sepanjang 2-3 inci ke dalam vagina. Seperti gambar dibawah ini kira - kira.

USG Transvaginal
www.momjunction.com
Gimana rasanya?
Hmm, jujur rasanya kurang nyaman dan sedikit ngilu. Tapi jangan dijadikan patokan ya, karena setiap orang berbeda. 
Risih ga? kan obgyn-nya laki-laki. Mungkin teman-teman terlintas pertanyaan seperti ini, jujur pertama kali ke dokter Obgyn saya selalu cari yang wanita. Lalu tanpa direncanakan ko selalu dapat yang klop dihati itu obgyn laki -laki, keterusan lah sampai sekarang. Kalau perasaan risih atau malu wajar ko tapi beliau ada suster yang menjadi asisten selama proses USG sampai selsai dan lagi suami diperbolehkan untuk hadir jadi saya nyaman - nyaman saja. Sesi hari pertama diberikan oleh - oleh berupa resep yang bisa diambil di apotik lantai satu DM. 3 jenis obat yang di resepkan oleh Prof Budi anatara lain, Mezatrin, Fetavita dan Q10 100mg. 
Meet the Doctors

Saya juga diberikan surat pengantar untuk melakukan HSG untuk proses inseminasi. Namun saya infokan bahwa kami berencana untuk IVF saja dan Prof. Budi menyetujui. Beliau meminta kami untuk datang ke DM di hari ke 2 menstruasi untuk memulai proses persiapan IVF. Oia saya hampir lupa, ketika saya berjumpa dengan beliau saya sedang di hari ke 4 telat haid. Tentu saja perasaan ini campur aduk, apalagi di pagi harinya saya melakukan testpack dan hasilnya negative.

Diperjalanan pulang, terus terang hati ini gamang, ketakutan saya akan pengalaman keguguran berulang sebelumnya membuat saya ragu untuk melakukan IVF tanpa saya ketahui sebab dari multiple misscariage saya. Saya percaya dengan kemampuan Prof Budi, namun akan jauh lebih baik jika kami memiliki persiapan yang matang. Sambil menunggu hasil test pack berikutnya, saya langsung mengkonsumsi Fetavita di keesokan harinya, sedangkan mezatrin saya minum setelah saya testpack seminggu kemudian. Efek samping yang saya rasakan ketika minum mezatrin 500mg 2 tablet langsung kembung dan asam lambung naik. Tidak lama setelah itu saya diare keras. Memang sebelumnya saya sudah diinfokan kalau mezatrin adalah obat antibiotik golongan makroli artinya reaksi badan saya adalah untuk mengeluarkan bakteri didalam badan saya. 13 hari sudah saya telat haid, sudah 4 testpack jadi korban rasa penasaran saya dan selalu berakhir garis satu.

Kecurigaan saya terbukti benar, siang hari itu si Nona Haid datang menyapa. Besoknya saya langsung meluncur ke Daya Medika sesuai anjuran Prof. Budi. Tepat jam 05.15wib sore saya langsung daftar ulang, sayangnya saya tidak bisa langsung bertemu dengan Obygyn tanpa membuat janji terlebih dahulu melalui whatsapp group DM.

Sepertinya sudah jalan dari Tuhan hari itu untuk kami berjumpa dengan Dr. Kanadi Sumapradja di RS Pondok Indah. Karena beberapa hari sebelumnya saya dan suami berdiskusi mengenai kapan waktu yang tepat untuk berkonsultasi kepada beliau mengenai sebab kegugurna berulang yang saya alami sebelum IVF dimulai.

Semenjak hari itu, saya belum kembali ke Daya Medika. Kami memutuskan untuk melakukan scanning awal dan menunggu hasil diagnosa dari Dr. Kanadi terlebih dahulu karena beliau spesialisasi keguguran berulang yang artinya saya bisa hamil namun saya tidak dapat mempertahankan janin untuk tumbuh di rahim. Jika sudah tahu akar penyebabnya, maka kami yakin untuk melanjutkan langkah selanjutnya yaitu rencana IVF kami.

Persiapan Biaya

Berbicara mengenai program hamil tidak lepas dengan banyaknya biaya yang perlu dipersiapkan secara matang agar tidak berhenti di tengah jalan. Kami sudah mempersiapkan dana khusus yang memang kami sisihkan setiap bulan sebagai dana promil. Semenjak keguguran terakhir di tahun 2019, kami mantap untuk melakukan program IVF.
Biaya yang kami keluarkan untuk konsultasi pertama di Daya Medika menghabiskan total IDR 1.106.600,-. Biaya sebesar itu terdiri dari :
  • Administrasi Rawat Jakan Pasien Baru                     Idr. 40.000,-
  • Biaya Tindakan ; USG Transvaginal (tanpa foto)     Idr. 235.000,-
  • Konsultasi Dokter Spesialis                                      Idr.  400.000,- 
  • Biaya obat-obatan : - Fetavita softcapsul 30pcs       Idr. 344.400,-    
  •                                 - Mezatrin 500 Mg     2pcs        Idr.  87.120,-

  • Untuk Q10 kebetulan di Apotek Daya Medika habis, sehingga kami beli di Apotik Roxy dengan membawa resep dari DM, harganya Idr. 463.400,- untuk satu botol isi 30 pcs soft capsul.

Masih panjang sekali perjalanan kami, bahkan ini baru akan dimulai. I hope miracle does happen to us, i know it takes time, i just hopping it will takes shorten. Like Cinderella's fairy godmother said..even miracles takes a little time. Sesederhana do'a saya selalu dalam hati, ya Allah Maha Pengasih dan Penyayang mudahkanlah jalan kami, ringankanlah hati kami, dan berikan kesabaran bagi kami seluas alam semesta ciptaan Mu. 


Kiranya semesta mendukung...

Happy Sunday ... 

Comments

Popular posts from this blog

Dimulai dari Nol di 2020

Man, We Got the Culprit!