Pre-Pregnancy Lab Check

Blood and syringes are good friends 


https://www.expresslabidaho.com/


Di Bulan September ini, saya dan babab sudah ditahap melakukan test laboratorium (lagi). Ada yang diulang dan ada tes baru. Pengulangan test lab ini untuk mengetahui apakah ada perubahan dari hasil lab di tahun lalu. Apa sajakah tes untuk persiapan program hamil kami di tahun 2020? Berikut adalah tes-tes yang sudah kami jalani selama perjalanan promil kami.

Suami  

1. Sperma Analisa (SA)

foto : 123rf.com

Tes ini masuk dalam urutan pertama dalam memulai program kehamilan. Suami akan diberikan surat rujukan oleh Obgyn untuk melakukan tes SA. Tes-nya bisa dilakukan dirumah sakit atau kllinik laboratorium rujukan atau pasangan bebas memilih tempatnya. Tujuan tes SA untuk mengetahui kualitas dan kesehatan sperma dan cairan semen. Supaya hasil tes SA-nya ideal, babab diminta oleh Obgyn untuk tidak berhubungan badan selama 3-5 hari sebelum pemeriksaan, lebih lanjut lagi disarankan oleh dokter Kanadi supaya babab tidak merokok dan sedang tidak mengkonsumsi antibiotik atau anti radang alias babab harus FIT. Ada tiga faktor utama yang diukur didalam tes SA ini yaitu, jumlah sperma, bentuk sperma dan pergerakan sperma. Jika didapati ada abnormalitas diantara salah satu dari ketiga faktor utama, maka kemungkinan bisa menyebabkan salah satu faktor ketidaksuburan dari sisi suami. 

Kisaran harga untuk test SA ini tergantung dari masing-masing tempat dimana kita melakukan, misalnya rumah sakit atau pun klinik laboratorium. Sebagai perbandingan beberapa harga tes Analisa Sperma di beberapa laboratorium di Jakarta per tahun 2020:
1. Cito             Idr. 250.000,-
2. ABC           Idr.  290.000,-
3. Paramitha   Idr.  447.000,-
4. Prodia         Idr.  468.000,-

Buat contekan nih man teman, pertama, usahakan test di tempat yang sama jika diminta melakukan test lab berulang sehingga hasilnya bisa dibandingkan dengan ISO dan standard WHO yang sama. Belajar dari pengalaman kami kemarin, kami melakukan SA di lab yg berbeda dari tes SA 2 tahun lalu, alhasil diminta oleh Androlog untuk mengulang tes SA di lab yang sama agar hasilnya lebih akurat. Kedua, jika ini adalah test SA pertama, maka jangan ragu untuk bertanya kepada petugas klinik, standard yang digunakan adalah keluaran tahun kapan, semakin ter-update maka akan lebih baik karena acuan yang dipakai oleh Androlog adalah yang terbaru.

2. Tes Hormon

foto : https://jogja.tribunnews.com


Tes hormon yang dirujuk oleh dokter Androlog untuk babab adalah test hormon testoteron dan tes vitamin D 25-OH. Kedua tes ini untuk mengetahui kadar keduanya di dalam tubuh apakah dalam batas normal atau tidak. Jika hasilnya tidak normal, maka bisa jadi merupakan salah satu penyebab ketidaksuburan.
Karena kami melakukan tes ini pertama kali, untuk kisaran harga hanya bisa memberikan informasi di klinik laboratorium tempat kami melakukan test, yang mana cabangnya cukup mudah ditemukan di setiap kota. Untuk setiap test -nya;
1. Tes Testoteron            Idr. 567.000,- 
2. Vitamin D 25-OH      Idr. 437.000,-

Istri 

Pengalaman pertama saya memulai tes kesuburan dalam program hamil ditahun 2017 untuk melakukan tes Antibodi Sperma. Ketika itu kami melakukan program hamil pertama dengan dr. Hariyasa Sanjaya, Sp.OG, MARS di Denpasar Bali setelah keguguran yang ke-2. Dua tahun kemudian saya melakukan tes laboratorium hematologi lengkap di BIC Menteng di keguguran yang ke-3 di tahun 2019 oleh dr. Reino Rambey, Sp.OG dan di tahun 2020 ini saya diminta oleh dr. Kanadi, Sp.OG(K), M.Sc melakukan tes hormon yg belum pernah diminta di dua promil sebelumnya. Apa saja test kesuburan yang saya sudah jalani?

1. Tes Pap Smear

foto : https://mcwhc.com/
Tujuan test pap smear ini untuk mendeteksi adanya kelainan sel di area serviks kita yang bisa mempengaruhi kesuburan. Kapan sih kita bisa mulai melakukan pap smear? Sebenarnya ketika wanita sudah dalam usia masa subur sudah dianjurkan untuk melakukan test pap smear, umumnya untuk wanita yang berusia 20-an yang telah aktif secara seksual dianjurkan melakukan pap smear setiap 2 tahun sekali, dan ketika sudah di umur 30-an baiknya kita lakukan setiap 3 tahun sekali. Kalau mau tau lebih detail nanti saya bahas di chapter khusus pap smear ya, ditunggu aja 😀.  Berapa biaya nya sih untuk papsmear? di 2017 saya melakukan papsmear di klinik laboratorium Prodia dengan harga Idr. 500.000,-. Namun, biaya tersebut bervariasi dari rumah sakit atau klinik yang kamu datangi, kisarannya dari Idr. 300.000,- sampai dengan Idr.700.000,-. Pap smear juga bisa dilakukan dengan BPJS kesehatan, jadi jangan ragu coba tanya ke faskes I teman-teman . Lumayan banget bisa menghemat untuk biaya tes lab yang lain.

2. Tes Hormon

foto : https://parenting.orami.co.id/

Kenapa tes hormon buat calon ibu penting pake banget untuk dilakukan? karena tes ini untuk mengetahui kemampuan menghasilkan telur (ovulasi) di organ reproduksi kita. Berbeda dengan sperma yang bisa diproduksi secara berkala setiap 3 bulan di pabrik si empu-nya yaitu babab sampai jangka waktu yang tidak ditetapkan, telur - telur kita di produksi hanya sekali seumur hidup alias dengan kata lain kita ini telurnya udah dapat jatah langsung dari yang Maha Pemberi dan Mencipta, bah!. Si telur-telur ini akan terus berkurang seiring bertambahnya usia kita, nah ketika wanita sampai diusia 40-an sel sel telur tadi mulai habis dan 10 tahun kemudian kita mengalami menopouse. Jadi kalau orang tua dulu bilang jangan ketuaan kawin nanti susah punya anak (mungkin...mungkin loh ya) ada benarnya dari sisi medis ya. Tapi balik lagi, rezeki anak hanya rahasia Tuhan yang tau. Ngomongin masalah umur, di umur eike yang sudah masuk ke 34 tahun jadinya kerasa banget kejar tayang-nya, macam sinetron melodrama lokal yang stripping. Kejar target jenderal..hehehe😆. 

Terus terang tes hormon dan hematologi untuk istri lebih banyak jenisnya dan ada syaratnya, saya diwajibkan puasa 12 jam sebelum pengambilan darah dan darah wajib disetor maximal banget jam 10 pagi. Apa saja tes-nya, yuk cekidot;


  • FSH (Follicle-Stimulating Hormone)

Foto : https://www.labpedia.net

FSH ini adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar di bawah otak kita, sesuai namanya fungsinya untuk mengendalikan siklus menstruasi dan  produksi sel telur. Hormon ini juga berfungsi untuk mengatur produksi dan transportasi sperma. Jadi tes ini bukan hanya untuk istri tetapi dalam beberapa tes lanjutan, suami juga akan diminta untuk melakukan tes darah FSH.
Untuk wanita, tes FSH ini hanya bisa dilakukan dihari tertentu ketika kita sedang haid,  kalau saya waktu itu diberikan batasan oleh dokter Kanadi sebelum hari H+5 haid. 
Hasil dari Tes FSH yang terkandung dalam darah kita ini digunakan Obgyn untuk membantu menemukan penyebab infertilitas dari Istri seperti;
  • Apakah jumlah sel telur yang sedikit.
  • Membantu mengevaluasi masalah menstruasi yang dialami, misalnya haid yang tidak teratur.
  • Mendiagnosis kelainan pada kelenjar di bawah otak atau penyakit yang berkaitan dengan ovarium, misalnya kista ovarium atau sindrom ovarium polikistik.
  • Mengetahui apakah sudah memasuki masa menopouse. Di poin ini, menopouse bukan berarti dialami oleh wanita dengan usia 40+ tetapi bisa juga dialami oleh wanita yang usianya lebih muda.
  • LH (Luteinizing Hormone)
Sama seperti Hormon FLH, hormon LH juga dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis dibawah otak baik wanita dan juga pria. Pada wanita, sederhananya hormon luteinizing (LH) bekerja sama dengan hormon FSH mengatur kelancaran siklus menstruasi dan memicu ovulasi. Hasil dari Tes LH yang terkandung dalam darah kita ini digunakan Obgyn untuk membantu mendiagnosis ketidakseimbangan hormon seperti PCOS dan juga untuk mengetahui masa ovulasi. Sedangkan di Pria, hormon LH inilah yang akan merangsang hormon testoteron yang mempengaruhi produksi sperma. Sehingga test ini berguna juga untuk mengetahui faktor infertilitas suami.

  • Anti-Mullerian Hormone (AMH)

Hormon AMH diproduksi di folikel kecil di ovarium. Dengan tes AMH, Obgyn bisa mengetahui kualitas dan kuantitas cadangan telur yang masih dimiliki oleh wanita. Biasanya tes AMH ini digunakan untuk keperluan IVF,  semakin tinggi dan baik kualitas cadangan ovarium-nya maka kemungkinan IVF  berjalan sukses juga besar. Dengan tes ini saya juga bisa mengetahui sisa masa subur tubuh atau biasanya disebut usia biologis. Karena kesuburan secara alami menurun seiring bertambahnya usia wanita. Jadi simpelnya, di usia saya yang 34 tahun, belum tentu usia onderdil saya juga 34 tahun. Bisa lebih tua atau lebih muda. 
Teman - teman juga bisa cek hasil tes AMH untuk dibandingkan dengan usia biologis kita ini di aplikasi android yang diciptakan oleh Prof Dr.dr. Budi Wiweko, Sp.OG,MPH. Nama aplikasi-nya Indonesian Kalkulator of Oocystes (IKO).  
Sebagai contoh kasus, hasil tes AMH saya 25.85 pmol/L atau sama dengan 3,62ng/mL. Berapa usia biologis saya?
IKO aplikasi android foto pribadi

Sedangkan untuk usia di bandingkan dengan level AMH adalah

IKO aplikasi android foto pribadi

Saya sangat bersyukur bahwa hasil AMH saya menunjukan usia biologis saya lebih muda dari usia saya sebenarnya, artinya peluang kami untuk memiliki keturunan masih besar.

  • Estradiol Hormon 

 Estradiol adalah hormon dalam darah yang membantu pertumbuhan dan perkembangan organ seks kita para istri, seperti uterus, tuba falopi, vagina, dan payudara. Tes estradiol ini dilakukan untuk memeriksa kinerja ovarium, plasenta, dan kelenjar adrenal, apakah ada tanda-tanda tumor ovarium, apakah tubuh tidak berkembang dengan normal, dan apakah menstruasi berhenti. Seperti tes FSH, tes estradiol ini wajb hukumnya dilakukan ketika H+2 haid atau H+3.

  • Prolactin
Hormon prolaktin dibuat oleh kelenjar ptuitari. Fungsinya adalah agar payudara wanita menghasilkan susu, sewajarnya seharusnya hormon ini akan meninggi jika wanita hamil dan melahirkan. Kadar hormon prolaktin yang tinggi di wanita yang sedang menjalani program hamil, menjadi salah satu menyebab infertilitas. 

Kesimpulan dari keseluruhan tes hormon saya hasilnya alhamdullilah dalam nilai yang normal, artinya secara hormonal saya tidak ada masalah. 

Untuk tes hormon ini biaya yang dibayarkan berbeda-beda sekitar Idr. 450.000,- sampai dengan Idr. 1.000.000,- untuk setiap jenis-nya tergantung rumah sakit dan klinik lab. Saya pribadi melakukan tes hormon di laboratorium ABC setelah melakukan survei harga di beberapa lab dan rumah sakit, dengan detailnya sebagai berikut;
- LH                Idr. 485.000,-
- FSH             Idr. 500.000,-
- Prolactin  Idr. 450.000,-
- Estradiol  Idr. 580.000,-
- AMH          Idr. 920.000,- 
 

3. Tes Hematologi

Tes darah, tes laboratorium
dokumen pribadi
Setelah pap smear dan tes hormon, saya juga diwajibkan untuk melakukan tes hematologi. Tes hematologi yang saya jalani di BIC Menteng tahun lalu adalah test darah lengkap, tidak tanggung-tanggung 16 ampul darah diambil untuk test tersebut. Prosedur ini fungsinya untuk mencari masalah pada kromosom di sel, karena kelainan genetika bisa membuat saya bisa menjadi sulit hamil atau dalam kasus saya terjadi keguguran. Alhamdullilah dari test hematologi tersebut hasilnya semua normal. Saya juga tidak terjangkit virus TORCH, Rubella dan Toxo. Semoga akan tetap negatif jika di minta untuk diulang ketika saya akan memulai IVF lagi di tahun ini.

Ada satu tes yang baru saya lakukan di promil 2020 ini, yaitu Anti B2-Glycoprotein 1 IgM dan IgG. Tes ini bertujuan mengetahui apakah saya memiliki APS atau tidak. Dengan riwayat keguguran berulang yang saya alami dan hasil tes ACA yang tinggi dua tahun lalu ketika promil dengan dr. Hariayasa di Denpasar, dr. Kanadi mencurigai jika saya kemungkinan memiliki Antiphospholipid syndrome (APS) alias autoimun.

Lalu bagaimana hasil tes Anti B2- Glycoprotein 1 IgM/IgG saya? hasilnya normal, puji syukur tahapan ini pun saya mendapatkan raport baik. Dokter Kanadi menginformasikan bahwa kadar ACA bisa berubah menjadi baik jika saya menjalani hidup sehat. Hepi banget loh pas dikasih tau hal ini, artinya usaha saya dengan merubah pola makan dan kebiasaan olahraga 3 tahun belakangan ini berhasil-berhasil hore!

Untuk tes hematologi lengkap cukup besar biaya nya, saya hanya ingat total dari pembayarannya sebesar Idr. 13.000.000,- di tahun 2019 sedangkan untuk anti B2-Glycoprotein 1 IgG dan IgM yang dilakukan di tahun ini totalnya Idr. 1.360.000,- sudah bundling paket.

Terlepas dari banyaknya tes lab yang telah dilakukan, biaya yang sudah dikeluarkan, kami berprinsip Ikhtiar saja dulu. Berhasil atau tidaknya biar jadi rahasia Allah sang Maha Pencipta. 

Sebagai TTC fighter saya sering merapal kalimat ini,  remember guys.. so many things that out of our control as mere human, focus on what is right for us..but never focus on its fruit. 

Ini juga selalu jadi pengingat saya, do what we need to do hasilnya adalah BONUS

Kalau kata babab sih simpel, bersyukur. bersyukur, bersyukur, sampai tiga kali lah dia bilang tuh. Bersyukur kita berdua diberikan sehat, bersyukur kita masih diberikan waktu "pacaran" exclusive, bersyukur dengan rejeki yang mengalir terus dari yang Maha Pemberi, bersyukur dengan pencapaian kita sampai dengan hari ini, di program yang sekarang ini. Iklas dengan semua keputusan dari yang Maha Memutuskan karena keputusan-Nya pastilah yang terbaik. Lagi babab juga sering ingetin saya yang suka ngambek, Why you have to be worried while everything on your life had been decided long before you born through this world, we here be our best version to do our best effort and enjoy every bit of it.

ps:

Artikel ini saya buat murni untuk berbagi beberapa informasi yang saya dan babab dapatkan ketika kami konsultasi dengan dokter Kanadi dan Prof Iko. Berharap teruntuk siapa saja yang mampir dan kebetulan sedang dihadapkan dengan situasi yang sama dapat terbantu. 
Sejujurnya dengan menulis perjalanan kami, saya merasa beban di hati perlahan - lahan berkurang dan menjadi lebih ringan. Sekecil apapun progres yang kami dapatkan rasanya seperti naik kelas, menjadi lebih dekat ke tujuan.

Buat kamu, setengah ku...sigaran nyowo ku
Terima Kasih sudah menjadi life coach terbaik, walaupun kadang nyebelin but you are the best partner ever bab, i do love you ... we fight and never give up ya!

Selamat jumpa di next posting ya guys! see ya..



Comments

Popular posts from this blog

Dimulai dari Nol di 2020

Meet the Doctors Part 1

Man, We Got the Culprit!