This is why they call it WARRIOR

IVF I Got This!




Jakarta, 23 Oktober 2020 jam 20.00wib

Saya resmi menjalani proses IVF dan memulai suntikan hormon malam itu, excited, nervous dan pasrah karena sudah tidak bisa mundur. It's feel like now or never situation for me. 

Karena saya sudah melakukan tes darah sebelumnya (baca disini), saya tidak melakukan tes darah ulang. Obat hormon yang diberikan selama 4 (empat) hari pertama adalah Gonal F dan saizen. Hari ke-5 saya diwajibkan untuk kontrol dan berjumpa dengan Prof Iko untuk melihat perkembangan telur-telur saya. Mudah-mudahan the girls bertumbuh kembang baik. 

Sejujurnya saya berterimakasih kepada Bidan Agustin karena di sesi suntik menyuntik ini beliau bersikeras babab harus belajar cara menyuntik. Deep down i think she understand that this part is something that husband must involved, karena perjalanan masih panjang dan akan lebih menantang buat calon ibu.

Proses suntik menyuntik ini sesuatu hal yang sudah kami bahas sebelumnya dan selalu berakhir mencar alias upset. Dia dengan kekeuhnya merasa ga bisa, ga tega, ga kuat kalau harus melihat jarum disuntik ke perut saya. Sedangkan saya, sisi saya sebagai wanita kepingin donk suami juga ikut berpartisipasi dalam proses-nya. Seperti di support oleh suami, susah hepi sama - sama. Cara yang simpel sebenarnya but it mean a lot for me, karena saya merasa lebih seterong dalam menjalani semua prosesnya.

31 days of Miracle 

Saya baru benar-benar memahami kenapa mereka disebut sebagai "pejuang" bayi tabung. Banyak yang "direlakan", proses nya menguras emosi, mental dan kami belajar sabar iklas di level yang berbeda. Disetiap proses yang dilewati oleh para pejuang ini terdapat resiko-nya masing-masing, semakin tinggi tahapan yang dilewati maka semakin tinggi juga resikonya. 

Monmaap ni ya para suami, buat saya...perjuangan para wanita ini...belum tentu andyah bisa tabah melewatinya. Kalau andyah pikir, USG transvaginal itu biasa aja, coba bayangkan kalau ada benda asing yang harus dimasukan ke organ intim kalian, kalau dirasa suntik-suntik itu jarumnya kecil-kecil, coba tanyakan kepada memar biru-biru di perut bekas suntikan itu. Disetiap rasa sakit, disetiap kegelisahan, disetiap ketakutan - ketakutan kami, setiap nafas dan langkahnya menjadikan kami lebih kuat. 

Tetapi kami kadang ingin juga loh digenggam dan diusap punggungnya sambil bilang " semua akan baik - baik saja, jangan kuatir. We try our  best together."

Semoga saya bisa menjalani short protocol dan saya siap lahir batin untuk ET (Embrio Transfer) dengan para em-babies yang sehat-sehat excellent. 


WE FIGHT this, and WE GOT this!

Yes we do and we will stronger..momma..

Saya sendiri sedang di tahap efek obat hormon. Jadi lebih sensi dan sedikit-sedikit sedih bawaannya ga bisa di senggol dikit. Ditahapan ini, saya ingin babab tahu bahwa ini tidak mudah buat saya..i need his support more than ever. I need him as my cheerleader so that i can walk more step each day. This all beyond my control..

I wish he knew...



Comments

Popular posts from this blog

Dimulai dari Nol di 2020

Meet the Doctors Part 1

Man, We Got the Culprit!