Meet the Doctors Part 2

Meet the Doctors 

meet the doctors part 2
No great love ever came without struggle -unknown-

Second Opinion

Sore itu di lobby Rs. Daya Medika dengan perasaan campur aduk saya menghubungi suami. Gemes rasanya disaat penting seperti ini eh malah ngga diangkat-angkat sama si dia. Saya berusaha tenang dan sabar lalu mencoba menghubungi babab kembali sambil jalan menuju resto cepat saji yang jaraknya hanya beberapa puluh meter saja. Rasa gugup ini harus ditenangkan dengan es krim ( ini setengah nya serius, comfort food kuncian saya kalau sedang kalut ya es krim). Setengahnya lagi adalah aji mumpung, mumpung tinggal jalan kaki, mumpung jajan es krim bisa jajan indra penciuman juga untuk junk food -nya (saya serius untuk stop junk food di promil kali ini), kalau cuma nyium bau harum dan enaknya kan ngga dosa ya..hehehehhe.

Setelah 3 kali mencoba menghubungi dan tidak diangkat, akhirnya saya mengalah dengan mengirim WA "kalau sudah free, call me.urgent". Selang 10 menit tepat ketika es krim saya diantar ke meja, telepon saya berdering. Pucuk dicinta ulam pun tiba si dia yang sedari tadi kutunggu lah yang menghubungi. Setelah berdiskusi singkat, kami memutuskan sore itu untuk langsung bertemu dengan Dr. Kanadi Sumapradja yang sedang praktek di RS Pondok Indah-Pondok Indah. Segera saya membuat janji terlebih dahulu melalui online platform, belajar dari pengalaman hari ini jangan sampai kami tidak bisa konsultasi karena tidak buat janji terlebih dahulu. Maka, saya pun langsung menyusul kekantor suami dan dari sana kita ke Rs. Pondok Indah. Alhamdullilah, last minute call kita masih dapat jadwal dan sebagai pasien terakhir 😅  (positive thingking aja, semoga pak dokter masih on).

Jam menunjukan pukul 07.35pm ketika kami sampai di parkiran Rs. Pondok Indah-Pondok Indah (sempat di telpon oleh suster yang memastikan jadwal kami datang), tergesa kami bergegas ke lantai 6 gedung lama rumah sakit dimana ruangan IVF center berada. 

Lobby lt. 1 Gedung lama RS Pondok Indah - Pondok Indah

Kesan pertama, rumah sakitnya high tech (Maafkan kenorak-an yang hakiki si aku). So far menurut saya, the most convenient hospital i ever visit. They equip sensor button for elevators, pretty convenient and make me feel safe in time of pandemic. Dari segi hospitality service, suster - suster-nya juara, they were friendly and calm.

Setelah hampir 1 jam menunggu giliran, akhirnya nama saya dipanggil juga, kesan pertama masuk keruangan Dr. Kanadi Sumapradja, adem hati ini. Ga tau apa sebabnya tapi mungkin pembawaan dokter yang kebapakan, matanya yang ramah dan hangat juga sabar mendengarkan cerita kami dari A-Z sambil dicatat loh sama beliau di buku pasien di komputernya. Semua hasil lab dibaca satu - satu oleh beliau. Kesan pertama.. beliau sangat teliti. Kurang lebih 15 menit proses tanya jawab, lalu saya diminta oleh dokter Kanadi untuk melakukan USG Transvaginal. Susternya sangat membantu proses dari awal sampai akhir, sehingga membuat saya merasa aman dan nyaman. Karena saya sedang haid hari kedua yang tentunya sedang banyak-banyaknya darah yang keluar, susternya cekatan untuk memberikan tissue tambahan tanpa diminta. Kurang lebih 5 menit dokter memeriksa dengan seksama organ kewanitaan saya, dimulai dari rahim, kemudian ovary kanan dan kiri. Tidak lupa dokter juga mengajak suami untuk fokus dan memperhatikan layar USG sambil menerangkan hasil tangkapan usg. Kesimpulan dari hasil USG transvaginal saya, sama seperti diagnosa ketiga dokter sebelumnya, saya memang memiliki miom, tetapi tidak mengganggu organ kehamilan karena letak-nya diluar rahim saya. Diluar daripada itu, rahim saya bagus sehat dan ovary kanan sudah terlihat calon telur yang membesar sedangkan yang kiri belum terlihat jelas. 

USG Transvagina - Myoma 

Malam itu sesi konsultasi berakhir hampir 30 menit lebih didalam ruang dokter, bawa pulang oleh-oleh hasil USG (belakangan saya tahu, dokter akan selalu print hasil USG pasien dan diberikan kepada kita sebagai data dokumentasi). Selain itu Dokter Kanadi juga memberikan surat rujukan serangkaian test lab yang harus dilakukan oleh saya dan suami. Apa saja test lab nya? 
Untuk saya ada 7 test hormon yang harus dilakukan yaitu, FSH, LH, Prolactin, Estradiol, AMH, B2 GPI IgG dan B2 GPI IgM. Sedangkan untuk Suami hanya satu SA (Sperm Analyst). Insyaallah akan saya review terpisah ya.

USG Transvagina - Ovary Kanan dan Telur yang membesar

Terus terang di pertemuan awal hari itu dengan Dr. Kanadi, beliau sudah memberikan sinyal halus jika 70% kasus keguguran berulang tidak diketahui penyebabnya bahkan didunia kedokteran barat dan juga Jepang yang tehnologi-nya sudah mumpuni. Umumnya menurut riset beliau kebanyakan yang mengalami kasus - kasus unexplained infertility adalah pasangan - pasangan muda yang hidup di kota kota besar. Faktor penyumbang terbesar adalah asap dari kendaraan umum yaitu si karbon monoksida dan gaya hidup yang tidak sehat yang terjadi menahun, bahkan bisa saja dimulai semenjak si empunya masih remaja ketika organ-organ reproduksinya sedang berkembang. 


USG Transvagina - Ovary Kiri agak terdorong karena miom

Bagi saya kalimat tersebut seperti masuk kedalam kabut tebal lalu sepersekian detik hilang arah, 4 tahun mencoba mencari jawaban apa yang harus diperbaiki dari badan ini dan jawabannya kemungkinan TIDAK ADA. Beliau seperti menyiratkan jangan berharap terlalu tinggi, tapi saya tidak boleh kecewa atau putus asa, masih ada test lab yang harus dijalani oleh saya dan suami. Seenggaknya sekarang kami menjalani lagi pola hidup sehat yang sudah kami tinggalkan semenjak menetap di Jakarta.

Sambil mencari lab yang bagus dengan harga yang cihuy dan menunggu hasil laboraturium, saya dan suami ingin berjumpa dengan dr. Yuditiya si ahli fetomaternal jika memungkinkan. Saya sedang riset dimana saja beliau praktik selain Bekasi yang oh jauhnya dari area rumah kami ini. Semoga kami akan berjumpa sebelum pertemuan kedua dengan Dr. Kanadi di H+12 saya. Di pertemuan kedua kontrol untuk membaca hasil test lab hormon saya dan juga mengecek perkembangan telur di ovary kanan yang target nya di ukuran 18mm.

Biaya yang kami keluarkan untuk sesi meet and greet pertama dengan Dokter Kanadi total Idr. 980.000,- dengan detail dibawah ini ;
  • Administrasi Pasien Rawat Jalan Baru             Idr. 55.000,-
  • Konsultasi Dokter  Spesialis                             Idr. 550.000,-
  • USG Transvaginal 2D                                       Idr. 375.000,-
Malam itu setidaknya ada ilmu lagi yang kami dapatkan, semakin banyak bertemu dengan dokter - dokter spesialis semakin terbuka juga cara kami berpikir. Karena riset melalui surfing internet saja tidak cukup, karena diantara banyaknya pertemuan siapa tahu salah satu dari mereka adalah perpanjangan tangan Tuhan. The struggle is real and it should tighten our marriage more than ever.

Well, i will update you for the next chapter it's all about pre-pregnancy check up. 

Selamat Jumpa, Be good always.

Comments

Popular posts from this blog

Dimulai dari Nol di 2020

Meet the Doctors Part 1

Man, We Got the Culprit!