Road to Concieve
Journal #2
"The longer you have to wait for something, the more you will appreciate it when finally arrives. All good things are worth waiting" - Unknown-
Road to Conceive Part 1
Hai teman - teman,
Postingan kedua kali ini saya ingin berbagi cerita yang saya yakini bukan hanya kami yang mengalami. Saya yakin banyak juga dari teman - teman yang mengalami perjuangan yang sama dengan kami.
Yup seperti judulnya road to conceive, saya ingin berbagi cerita kepada teman - teman diluar sana yang juga sedang berjuang untuk mendapatkan titipan Tuhan terbaik, si buah hati tersayang.
Kami menikah bulan Februari tahun 2016. Mungkin tidak seperti pasangan muda kebanyakan, kami tidak terburu - buru untuk mendapatkan momongan namun kami juga tidak menunda. Seiklasnya dikasih sama Allah SWT, begitu prinsipnya. Kenapa? alasan yang klise, karena kami berdua punya target dan prioritas utama untuk menunjang masa depan yang lebih baik, yah apalagi kalau bukan karir dan pekerjaan.
Umur saya ketika itu dipenghujung 29 tahun hampir menyentuh 30. Sedangkan suami 34, so kita terpaut 5 tahun. Perjalanan pernikahan kami yang masih usia toddler alhamdullilah roller coaster, namun pengalaman - pengalaman itulah yang membuat kami saling mengenal satu sama lain dan membuat pernikahan kami memiliki ikatan yang semakin kuat.
Di awal tahun 2020 saya memutuskan untuk rehat bekerja dan menjadi "stay at home wife untuk kali ke-2. Melalui pillow talk, heart to heart discussion yang panjang kali lebar dengan suami, pada akhirnya memang saya harus memilih antara karir dan ikhtiar memiliki buah hati.
Keguguran yang ke-4 kalinya dalam 3 tahun usia pernikahan kami di tahun 2019, jujur membekas begitu dalam dihati. Kejadian itu sangat menguras emosi dan mental dan saya menenggelamkan perasaan duka kedalam pekerjaan. I love my job and it is my ticket to forget my sadness. Satu tahun, saya berusaha untuk menyembuhkan hati dan pikiran.
Salah satu cara menyembuhkan hati dan menuangkan perasaan suka duka kami adalah dengan berbagi di blog ini. Journal Road to Conceive yang khusus kami dedikasikan kepada anak - anak kami Biru, Ruby, Jingga dan Arka. We love you unconditionally kiddos, before we meet
Bagaimana perjalanan kami untuk menjemput rejeki si buah hati di Tahun 2020 ini? Semoga kami diberikan Allah SWT hati yang belajar lebih kuat sabar dan iklas legowo.
Buat kamu, kalian...yang mengalami tantangan yang sama "we're not alone..there's hundreds of us..out there, yes?. We're not broken, it just need more time as i wrote above All Good Things are Worth Waiting."
Terima kasih sudah membaca Journal#2..see you soon!

Comments
Post a Comment
Hi, Thank you for visiting our Blog!
we able to reach at romicosjournal@gmail.com